Ketika aku sedang duduk ditaman. Ada seorang anak kecil.
Dia laki-laki manis,polos dan ganteng. Dia merajuk kepadaku dan menunjuk kearah
pedagang balon yang berlawanan arah denganku. Ternyata dia menginginkan balon
gas itu.
Singkat cerita balon gas itu
sudah ada di tangan si anak laki-laki itu. Dia lari kesana kemari dengan maksud
memperlihatkan balon gas yang didapatkannya. “ lucu sekali anak itu.” Ujarku
dalam hati sambil tersenyum. Setengah jam kemudian anak kecil itu menghampiriku
lagi. Namun kali ini wajahnya murung, matanya sembab, dan tangannya yang
lengket dengan tusuk lidi yang di genggam olehnya . Lalu ku Tanya. “ ade kenapa
nangis ? Balon yang tadi kaka kasih mana?” dengan polosnya anak itu menunjuk
kearah langit lalu berbicara “ ka, balonku sudah terbang. Aku sedih, aku baru
tersadar balon itu marah gara-gara aku mengacuhkannya demi sebuah permen gulali
yang aku tidak begitu inginkan. Tadi setelah aku membeli permen aku tersandung
batu, permen ku jatuh. Ketika aku akan mengambilnya aku lupa kalau aku sedang
memegang balon. Dan setelah ku sadar balonnya sudah terbang.” Aku hanya bisa tersenyum mendengar penjelasan
anak kecil itu. Setelah itu, aku mengeluarkan dua batang permen lollipop dan
memberikan kepada anak kecil tersebut. Dalam seketika raut muka anak kecil
tersebut berubah. Dia tersenyum kembali, dan dia memelukku. Setelah itu dia
kembali pergi sambil bernyanyi dan memamerkan lollipop tersebut kepada
pengunjung taman yang lainnya.


0 komentar:
Posting Komentar