Kamu itu seperti Koran yang penuh cerita di dalamnya.
Mewakili semua kisahku denganmu. Kisah yang dikemas dengan tampilan yang
berbeda. Apa gara-gara kita mempunyai kesukaan yang sama? Kini kita terpisah
oleh waktu. Keputusanmu yang memilih untuk meninggalkanku atas semua
kesalahanmu yang kau ulang berkali-kali. Seakan-akan engkau tidak pernah lelah
melihatku menangis. Mataku sembab, dan terlihat seperti orang tolol. Apakah kau
masih tak percaya bahwa aku tak terluka?
Kamu itu seperti anak kecil, yang sering
menagacak-acak benang yang telah digulung rapih. Benang yang telah rapih itu,
kini berubah menjadi benang yang tidak berbentuk.. Mengapa kau
terus menyakitiku? Apa alasan terbesarmu? Berbohong dengan kata-kata mu yang
manis. Tersenyum seakan tidak merasa berdosa.
Sampai saat ini aku tidak tahu,
tidak mengerti. Mengapa aku masih merindukan pembohong manis sepertimu.


0 komentar:
Posting Komentar