Selasa, 24 Februari 2015

salah

apa kalian tidak mempunyai kesadaran?
apa kalian tidak mempunyai perasaan?
setiap apa yang saya perbuat selalu disalahkan,
namun setiap kalian berbuat salah, kalian diam.
" pandai banget kamu menyimpan muka kusam!"
itu kata hati saya setiap kali saya melihat wajahmu.

Minggu, 22 Februari 2015

entah

hari ini kau mengeluh kepadaku
kau bercerita  padaku tentang semua perasaanmu.
hingga membuat ku sadar bahwa aku telah menyakiti perasaanmu.

entah siapa yang salah, dan
entah siapa yang harus disalahkan.
aku begini karena mu.
karena sifat mu yang tiba-tiba berubah.
menjadi seperti orang tolol yang harus aku segani.

dari situ aku mulai ragu terhadapmu.
terhadap hubungan ini, terhadap hubungan kita.
semoga kau bisa meluruskan kembali.
kayu yang telah kita buat bersama .
hingga aku bisa tersenyum dan berbicara
" kamu memang yang terbaik."

semu

kesalah pahaman ini membuatku takut akan kehilanganmu.
entah apa yang ada dipikiran kamu, sehingga membiarkan aku sendiri.
setiap hp ku berdering, aku berharap itu sms dari kamu.
namun itu hanya harapan semu.
hari ini aku berharap akan lebih bahagia dari sebelumnya.
namun, kamu malah mengecewakan aku.
merobek semua senyum ku yang telah ku susun secara halus dan rapi.
sampai kapan aku harus bertahan?
aku harap engkau tidak akan mengulangi sifatmu yang menyebalkan seperti hari ini.

perkenalan

entah apa yang bisa aku rasakan saat ini.
awal ku kenal denganmu,
membuat ku yakin bahwa kamu adalah seseorang yang dapat ku percayai.
namun, pada hari itu..
tuhan menjawab semua doa-doa ku.
dua hari kebahagiaan itu luntur dengan berita yang hanya muncul satu detik difikiranku.
apa aku harus membenci kamu?
atau membiarkan semuanya..
aku tidak tahu kelanjutan cerita ini.
yang jelas aku akan coba menikmati indahnya satu detik, setiap aku berkomunikasi denganmu.

Selasa, 17 Februari 2015

Rasa

dia adalah orang yang pekerja keras.
tak kenal rasa lelah dan menyerah.
dia adalah orang yang baru ku temui
di dunia yang tidak nyata.
tertutup rapat, namun bisa merasakan.
ya, kita bisa merasakan satu sama lain.
lambat namun pasti...
rasa itu hadir.
membuat kebisuan diantara kita.
dalam diam, dia berharap dan
dalam sunyi aku merindukannya.

perjalanan

ada jiwa yang tak pernah bisa lepas.
perasaan yang sulit untuk diungkapkan
entah susah atau diriku yang menahannya
jiwa itu sudah bermetamorfosa
menjadi jiwa yang seutuhnya.
namun soal mengendalikan?
dia masih membutuhkan tutor dalam hidupnya.
namun, bukan berarti dia tidak bisa menentukan apa yang dia inginkan.
dia hanya butuh kompas dan sebuah jam untuk mengingatkannya.
hingga perjalanannya selesai dan sampai hingga selamat.

Selasa, 03 Februari 2015

secercah harapan


Perasaan itu hadir kembali
Perasaan di mana aku mengharapkan
Seseorang, menunggu kabar disetiap paginya.
Melamun membayangkan hal-hal indah bersamanya.
Selama setengah tahun menanti
Dan rasa itu hadir kembali.
Bersamamu kurasakan kecemasan itu.
Bersamamu kurasakan kesenangan itu.
Dan kau memberikan secercah harapan itu.
Harapan yang slalu ku dambakan ku bayangkan,
Dan ku harapkan.
Yaitu meilikimu seutuhnya.

koran


Kamu itu seperti Koran yang penuh cerita di dalamnya. Mewakili semua kisahku denganmu. Kisah yang dikemas dengan tampilan yang berbeda. Apa gara-gara kita mempunyai kesukaan yang sama? Kini kita terpisah oleh waktu. Keputusanmu yang memilih untuk meninggalkanku atas semua kesalahanmu yang kau ulang berkali-kali. Seakan-akan engkau tidak pernah lelah melihatku menangis. Mataku sembab, dan terlihat seperti orang tolol. Apakah kau masih tak percaya bahwa aku tak terluka?
             Kamu itu seperti anak kecil, yang sering menagacak-acak benang yang telah digulung rapih. Benang yang telah rapih itu, kini berubah menjadi benang yang tidak berbentuk.. Mengapa kau terus menyakitiku? Apa alasan terbesarmu? Berbohong dengan kata-kata mu yang manis. Tersenyum seakan tidak merasa berdosa.
 Sampai saat ini aku tidak tahu, tidak mengerti. Mengapa aku masih merindukan pembohong manis sepertimu.

Permen dan balon gas




Ketika aku sedang duduk ditaman. Ada seorang anak kecil. Dia laki-laki manis,polos dan ganteng. Dia merajuk kepadaku dan menunjuk kearah pedagang balon yang berlawanan arah denganku. Ternyata dia menginginkan balon gas itu.
Singkat cerita balon gas itu sudah ada di tangan si anak laki-laki itu. Dia lari kesana kemari dengan maksud memperlihatkan balon gas yang didapatkannya. “ lucu sekali anak itu.” Ujarku dalam hati sambil tersenyum. Setengah jam kemudian anak kecil itu menghampiriku lagi. Namun kali ini wajahnya murung, matanya sembab, dan tangannya yang lengket dengan tusuk lidi yang di genggam olehnya . Lalu ku Tanya. “ ade kenapa nangis ? Balon yang tadi kaka kasih mana?” dengan polosnya anak itu menunjuk kearah langit lalu berbicara “ ka, balonku sudah terbang. Aku sedih, aku baru tersadar balon itu marah gara-gara aku mengacuhkannya demi sebuah permen gulali yang aku tidak begitu inginkan. Tadi setelah aku membeli permen aku tersandung batu, permen ku jatuh. Ketika aku akan mengambilnya aku lupa kalau aku sedang memegang balon. Dan setelah ku sadar balonnya sudah terbang.”  Aku hanya bisa tersenyum mendengar penjelasan anak kecil itu. Setelah itu, aku mengeluarkan dua batang permen lollipop dan memberikan kepada anak kecil tersebut. Dalam seketika raut muka anak kecil tersebut berubah. Dia tersenyum kembali, dan dia memelukku. Setelah itu dia kembali pergi sambil bernyanyi dan memamerkan lollipop tersebut kepada pengunjung taman yang lainnya.

mantra



Entah sihir apa yang engkau pakai.
Entah mantra apa yang engkau ucapkan
Sehingga membuatku dimabuk kepayang.
Kau mermbuatku tersenyum dalam diam.
Kau membuatku nyaman dalam kata-katamu
yang sering kau ucapkan disetiap harinya.
Mungkin jarak memang memisahkan kita.
Namun hati, tidak akan pernah terpisahkan oleh jarak.
Kita memang belum bertatapan muka, ragapun belum bertemu.
Tetapi, knyamanan ini yang berkata
bahwa kau memang yang terbaik untukku.
Blogger Templates