Secangkir kopi susu dingin yang aku minum di pagi hari.
Mengingatkan akan sifat dirimu yang sudah menjadi lamunan di hari-hari ku.
Apakah aku harus meminum nya cepat, agar cepat habis?
Atau aku harus menikmati itu hingga dinginnya hilang di tenggorokanku.?
Terlebihnya lagi aku selalu tergoda dengan dinginnya kopi di pagi hari, dan kau menyuguhkan itu tanpa bisa ku tepis, bahwa kenyataannya memang harus ku nikmati.
Selasa, 08 Mei 2018
sun tuk
Teruntuk suntuk..
Apakah kau tau, bersaing denganmu itu menyulitkan?
Kau hadir tanpa permisi, dan sialnya dia mengizinkan mu untuk hadir dan singgah begitu lama.
Teruntuk suntuk..
Tak tau kah bahwa ku selalu mengutukmu dalam diam, bersabar agar kau cepat mengalah dan memibarkan ku untuk berjumpa dengannya.
Teruntuk suntuk...
apakah bisa kita berdiskusi?
Sehingga kau tak lama, dan terlalu sering menjumpainya.
Apakah kau tau, bersaing denganmu itu menyulitkan?
Kau hadir tanpa permisi, dan sialnya dia mengizinkan mu untuk hadir dan singgah begitu lama.
Teruntuk suntuk..
Tak tau kah bahwa ku selalu mengutukmu dalam diam, bersabar agar kau cepat mengalah dan memibarkan ku untuk berjumpa dengannya.
Teruntuk suntuk...
apakah bisa kita berdiskusi?
Sehingga kau tak lama, dan terlalu sering menjumpainya.
Langganan:
Komentar (Atom)

