Secangkir kopi susu dingin yang aku minum di pagi hari.
Mengingatkan akan sifat dirimu yang sudah menjadi lamunan di hari-hari ku.
Apakah aku harus meminum nya cepat, agar cepat habis?
Atau aku harus menikmati itu hingga dinginnya hilang di tenggorokanku.?
Terlebihnya lagi aku selalu tergoda dengan dinginnya kopi di pagi hari, dan kau menyuguhkan itu tanpa bisa ku tepis, bahwa kenyataannya memang harus ku nikmati.
Selasa, 08 Mei 2018
sun tuk
Teruntuk suntuk..
Apakah kau tau, bersaing denganmu itu menyulitkan?
Kau hadir tanpa permisi, dan sialnya dia mengizinkan mu untuk hadir dan singgah begitu lama.
Teruntuk suntuk..
Tak tau kah bahwa ku selalu mengutukmu dalam diam, bersabar agar kau cepat mengalah dan memibarkan ku untuk berjumpa dengannya.
Teruntuk suntuk...
apakah bisa kita berdiskusi?
Sehingga kau tak lama, dan terlalu sering menjumpainya.
Apakah kau tau, bersaing denganmu itu menyulitkan?
Kau hadir tanpa permisi, dan sialnya dia mengizinkan mu untuk hadir dan singgah begitu lama.
Teruntuk suntuk..
Tak tau kah bahwa ku selalu mengutukmu dalam diam, bersabar agar kau cepat mengalah dan memibarkan ku untuk berjumpa dengannya.
Teruntuk suntuk...
apakah bisa kita berdiskusi?
Sehingga kau tak lama, dan terlalu sering menjumpainya.
Sudah seharusnya saya terima.
Toh jika ditidak"an akan terjadi juga, cepat atau lambat. Dibelakang atau di hadapan saya. Kisah itu miliknya, dan saya tidak berhak membangunkannya kembali, kecuali jika ia yang menginginkannya.
Toh jika ditidak"an akan terjadi juga, cepat atau lambat. Dibelakang atau di hadapan saya. Kisah itu miliknya, dan saya tidak berhak membangunkannya kembali, kecuali jika ia yang menginginkannya.
Rabu, 23 November 2016
teka-teki
hay Mr. D semakin hari, suasana hatimu susah ditebak.
kenapa si, kamu selalu membuat ulah agar akau bisa memperhatikan mu...
lagi, lagi dan lagi..
sifat kamu hari ini sangat manis.
bagaimana caramu menyapaku, membuat aku marah, jengkel,
hingga membuat aku senyum kembali hanya gara-gara kekonyolan kamu.
lalu besok? apa lagi yang akan kamu lakukan kepadaku, lewat telepon usang mu itu.
kita seakan-akan ditakdirkan dalam situasi yang sama,
kita seakan-akan ditempatkan dalam kondisi yang sama.
apakah kita bisa bertahan???
semoga jariku tak akan lelah untuk terus menceritakan tentang dirimu.
Jumat, 11 November 2016
Long Distance Relationship
Aku baru merasakan rindu yang begitu hebat.
setelah bertahun-tahun menjalani LDR, baru kali ini aku merasakan rindu yang seperti ini.
Air mata yang tak henti-hentinya keluar dengan berbagai macam kisah, hanya karena satu alasan.
Dua puluh tahun, bukan usia yang muda lagi. Haruskah aku masih bermain-main dengan cinta?
untuk kesibukan kamu, kita yang entah sampai kapan. Bisakah aku meminta sedikit waktu mu?
sedikit saja, tidak usah banyak. karena aku tahu kamu tidak akan bisa..
Dahulu, sebelum aku rindu. Berbeda pulau itu tidak jadi masalah.
Namun kini..
Tidak banyak inginku, hanya menunggu sedikit waktumu untuk bisa mencurahkan segala harapan yang akan kita bangun bersama. Bukan harapan yang semu, namun harapan aku dan kamu yang akan menjadi harapan kita.
setelah bertahun-tahun menjalani LDR, baru kali ini aku merasakan rindu yang seperti ini.
Air mata yang tak henti-hentinya keluar dengan berbagai macam kisah, hanya karena satu alasan.
Dua puluh tahun, bukan usia yang muda lagi. Haruskah aku masih bermain-main dengan cinta?
untuk kesibukan kamu, kita yang entah sampai kapan. Bisakah aku meminta sedikit waktu mu?
sedikit saja, tidak usah banyak. karena aku tahu kamu tidak akan bisa..
Dahulu, sebelum aku rindu. Berbeda pulau itu tidak jadi masalah.
Namun kini..
Tidak banyak inginku, hanya menunggu sedikit waktumu untuk bisa mencurahkan segala harapan yang akan kita bangun bersama. Bukan harapan yang semu, namun harapan aku dan kamu yang akan menjadi harapan kita.
Minggu, 06 November 2016
air dan api
kau menghilang!
kenapa si? harus seperti ini..
aku gak habis fikir, kenapa kamu bisa melakukan ini kepadaku..
kamu jahat!!
kamu jahat, karena telah membiarkan aku menunggu kabar darimu.
di mana perasaan kamu? kamu lebih mementingkan dendam kamu kepada banyak orang dari pada perasaan kamu sendiri.
aku gak mau melihat kamu sedih.. bukan kah kamu sendri yang bilang, jadilah air untuk memadamkan api..
lalu, kenapa sekarang air itu makin megalir, dan membuat aliran yang baru.
apakah kau sedang mencari api yang lain?
aku dibelakang kamu, selalu dibelakang kamu. tapi kamu gak pernah ada niat untuk menoleh kearah ku untuk sekali saja..
kenapa si? harus seperti ini..
aku gak habis fikir, kenapa kamu bisa melakukan ini kepadaku..
kamu jahat!!
kamu jahat, karena telah membiarkan aku menunggu kabar darimu.
di mana perasaan kamu? kamu lebih mementingkan dendam kamu kepada banyak orang dari pada perasaan kamu sendiri.
aku gak mau melihat kamu sedih.. bukan kah kamu sendri yang bilang, jadilah air untuk memadamkan api..
lalu, kenapa sekarang air itu makin megalir, dan membuat aliran yang baru.
apakah kau sedang mencari api yang lain?
aku dibelakang kamu, selalu dibelakang kamu. tapi kamu gak pernah ada niat untuk menoleh kearah ku untuk sekali saja..
Selasa, 11 Oktober 2016
waktu yang tepat.
Lagi-lagi Tuhan memberikanku sebuah kejutan.
Kejutan yang tak indah namun berkesan.
Selalu kau tunjukan mana orang yang baik bagiku, dan kau lah jawabannya.
Memang aku tak banyak tau tentangnya, namun kau selalu memberi apa yang aku butuhkan.
Lalu apakah kau juga yang telah memerintahkan dia untuk datang menghiburku?
Tak banyak inginku saat ini, dan terimakasih kau telah menghadirkan dia disaat waktu yang tepat.
Kejutan yang tak indah namun berkesan.
Selalu kau tunjukan mana orang yang baik bagiku, dan kau lah jawabannya.
Memang aku tak banyak tau tentangnya, namun kau selalu memberi apa yang aku butuhkan.
Lalu apakah kau juga yang telah memerintahkan dia untuk datang menghiburku?
Tak banyak inginku saat ini, dan terimakasih kau telah menghadirkan dia disaat waktu yang tepat.
Langganan:
Komentar (Atom)

